Ujian Lisan Haruslah Berwibawa
At-Tajdid Cepu. Pelaksanaan ujian semester di pesantren merupakan kegiatan penting sebuah lembaga pendidikan dalam mengevaluasi hasil pembelajaran santri selama satu semester. Salah satunya adalah pelaksanaan Ujian Lisan sebelum diadakannya ujian tulis. Menjelang kegiatan penting tersebut berbagai langkah dilakukan, memberikan motivasi kepada santri serta memberi arahan kepada dewan asatidz dan penguji santri akhir, khususnya kepada asatidz penguji, agar menguji dengan cara yang benar dan serius.
Sebanyak 18 Santri akhir mengikuti kegiatan pembekalan penguji Ujian Lisan 2022-2023 yang dilaksanakan di Aula Kampus 1 Putri Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Cepu. Selain santri "Strove Generation" julukan angkatan santri akhir 2023, pembekalan juga dihadiri oleh Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Ustadz. Ahmad Furqony, M.Pd.I. yang sekaligus memeberi pengarahan bahwa, " Suksesnya penguji itu manakala santri yang keluar ruangan setelah ujian lisan selesai dia kembali membaca buku untuk belajar".
Dalam pembekalan yang dipimpin oleh Ust. M. Guntur, S.P., S.Pd. dilanjutkan pembekalan teknis yang dibawakan oleh Ust. Helmi Gunawan, M.Pd. menekankan pentingnya ujian lisan untuk membentuk mental percaya diri, tidak mudah menyerah, dan melatih akhlak pada saat berkomunikasi secara verbal dengan orang yang lebih tua.
Dalam pengarahannya, beliau menambahkan bahwa, "Seluruh penguji agar mampu menciptakan wibawa ujian di kalangan santri, dengan persiapan yang matang, mempersiapkan i’dad (materi ujian) dan kemudian diserahkan kepada guru supervisi masing-masing yang telah ditentukan untuk diperiksa dan dievaluasi".
Salain itu, "Menurut beliau, setiap santri mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka penguji diharapkan agar benar-benar mempelajari cara menguji, adil dalam menguji dengan durasi setiap santri sama, tidak membeda-bedakan antar santri, agar santri tidak merasa down setelah keluar dari ruang ujian".
Sebagai pamungkas dalam pembekalan, ia menambahkan akan pentingnya kedudukan penguji, "Peran penting seorang penguji bukan saja menanyakan soal ujian, tapi lebih dari itu, juga menjadi motivator dengan memberi nasehat dan arahan kepada santri tersebut setelah semua pertanyaan selesai ditanyakan, sehingga santri mendapatkan setruman semangat untuk lebih giat lagi dalam belajar setelah mendapatkan evaluasi dari penguji ujian lisan".
Kegiatan pembekalan Ujian Lisan diakhiri dengan penyampaian informasi terkait dengan Ujian Lisan yang akan dilaksanakan selama 4 hari di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Cepu.







