Public Speaking Contest 2022

PUBLIC SPEAKING CONTEST 2022

oleh : Andara Setya dan Intan Nuri

Public speaking contest adalah kegiatan tahunan yang diadakan organisasi pelajar pondok pesantren muhammadiyah at-tajdid, pada kamis malam 20 Oktober 2022

 

 

Pidato  adalah sebuah kegiatan berbicara di depan banyak orang, tak hanya berbicara tanpa makna. Namun, berbicara yang mengandung unsur mengajak, menyampaikan, dan banyak lagi. Bagi santriwati berlatih pidato adalah makanan mereka setiap hari. Ditambah lagi kegiatan muhadhoroh (latihan berpidato), setiap hari senin dan kamis. Diadakannya muhadhoroh untuk melatih mental santriwati agar siap menjadi pendakwah dimasa depan nanti. Memperkuat islam dengan cara menyebarkan agamanya, dan salah satu Langkah adalah berpidato.

Di tajdid, pembagian kelompok diatur dengan mengacak di setiap kelasnya. Untuk menjalin komunikasi yang baik antar generasi. Sementara untuk santri baru akan dipisah selama enam bulan dan dilatih secara khusus agar lebih siap untuk terjun di hadapan seluruh santriwati. Namun, beberapa waktu terakhir kegiatan muhadhoroh mengalami penurunan yang sangat terlihat. Dimulainya dari anggota setiap kelompok yang lebih sedikit daripada tahun sebelumnya dan pemahaman tentang berpidato yang belum diketahui secara mendalam.

Keluhan tentang padatnya kegiatan membuat santri semakin menurun untuk minat berpidato, dan karena kurang pahamnya Sebagian dari mereka tentang apa itu pidato dan manfaatnya. Untuk menaikkan kualitas pidato, organisasi pelajar pondok pesantren Muhammadiyah (OP3M) At-Tajdid mengadakan suatu perlombaan yang dinamakan public speaking contest. Tujuannya untuk meningkatkan semangat santri lagi dan mencari potensi atau bakat yang mereka miliki.

Kegiatan public speaking contest (psc) dipersiapkan selama tiga pekan. Pekan pertama yaitu pemberitahuan kepada seluruh santri, pendaftaran peserta, dan pembagian pembimbing di setiap peserta. Tujuan diadakan pembimbing untuk peserta adalah agar peserta bisa berlatih secara intensif dan cepat. Karena dipondok selain pengurus tidak diperbolehkan untuk memakai komputer dan sebagainya.

Selain itu, pekan pertama juga diadakan pembentukan bagian dekorasi dan background diambil dari santriwati yang berminat dan berbakat dalam seni. Sekiranya ada enam orang yang berpartisipasi, tak hanya itu pemilihan penampilan juga dilaksanakan malam itu. Penampilan yang ditampilkan adalah tari pelajar Pancasila diikuti oleh tujuh santriwati dan tiga pembimbing. Menjadi santriwati tak hanya berdiam diri tapi harus cakap berprestasi. Di Jaman sekarang, berdiam diri adalah jalan menuju kemunduran dan ketertinggalan, majunya perkembangan yang begitu pesan dan cepat menuntut kita agar mengetahui lebih untuk menghindari ketertinggalan.

Di Pekan kedua peserta mulai berlatih lebih lagi karena waktu yang memang tidak lama. Dan pengurus mulai untuk membeli peralatan terutama triplek untuk membuat background. Ada banyak kejadian lucu saat membeli triplek, salah satunya yaitu menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan. Karena jarak toko dan pondok tidak terlalu jauh enam anak dari pengurus op3m meminta izin untuk keluar membeli triplek. Di hari jum’at Ketika kebanyakan santriwati dijenguk mereka keluar dengan jalan kaki dan memakai gamis menuju toko. Kurangnya berpengalaman dalam membeli triplek personil yang ikut andil dalam pembelian triplek pun bingung Ketika ditanya berapa ukuran triplek yang akan dibeli, alhasil mereka langsung menuju gudang toko tersebut untuk  memilih triplek yang akan dibeli. Setelah mereka membayar administrasi mereka bergegas untuk menuju ke pondok Kembali, betapa malunya mereka membawa triplek dipinggir jalan yang saat itu menjadi pusat perhatian di ramainya lalu lintas jalan.  Mereka  membeli 3 buah triplek, yang mana 2 orang membawa 1 buah triplek.

“pokoknya malu banget, kenapa tadi nggak pakai masker?” ujar salah satu pengurus setelah ikut andil membeli triplek.

Keesokan harinya, bagian dekorasi mulai memotong triplek tersebut. Karena waktu untuk menyiapkan dekorasi sangat terbatas, setelah memotong triplek bagian dekorasi langsung menggambar diatas triplek tersebut. Dikarenakan kendala akan kedatangan cat.  Al Akhir bagian dekorasi memilih untuk menghabiskan menggambar terlebih dahulu, dan juga agenda psc ini memilih tema nusantara, jadi papan triplek dipenuhi dengan gambaran wayang, batik, dan peta Indonesia, tak lupa bagian dekorasi menambahkan logo Muhammadiyah dan At- tajdid.

Latihan menari pun berlangsung saat itu. Banyak kendala saat pembuatan dekorasi ini tapi, kami semua tidak menyerah akan hal itu. Tak henti- hentinya kita menyiapkan background tersebut dari mulai sebelum berangkat sekolah, pulang sekolah, bahkan waktu setelah belajar. Pembuatan background ini dilaksanakan di masjid, walaupun cat selalu berserakan dilantai, kamipun selalu membersihkannya bagaimanapun juga masjid adalah tempat suci untuk kita beribadah kepada Allah swt. Walaupun pembuatan background ini menyita waktu yang sangat banyak, tapi kami selalu mengerjakannya.

Ditengah- tengah pembuatan background, adanya informasi mengenai pengunduran agenda psc ini, karena waktu psc ini sama seperti santriwan yang sudah menentukan waktu psc terlebih dahulu, kemudian kami memilih untuk mengundurkan acara kami menjadi 1 pekan kemudian, tapi kami mengambil dari sisi positifnya saja, agar kami bisa lebih lama untuk menyiapkan dekorasi acara psc.

“ada untungnya juga kita mundur, jadi waktu untuk persiapan lebih banyak” jawab salah satu pengurus saat ditanya bagaimana perasaan setelah agenda diundur.

Selain membuat background, kami juga membuat pohon kenangan yang mana pohon itu terbuat dari pohon ketela yang kami isi dengan foto- foto para santriwati, lalu kami menggantungkan foto tersebut ke pohon kenangan tersebut. Begitu banyak foto yang telah diprint untuk digantung dan ada juga yang ditempel di kertas origami yang dibentuk bunga dan daun. Cukup dalam waktu 2 hari untuk menyelesaikan pohon kenangan tersebut, dan setelah membuat pohon kenangan tak lupa untuk mengangkat batako yang berukuran Panjang dan berat dari bawah menuju ke lantai 2, karena jumlah batako yang terbatas, akhirnya kami memilih untuk menggunakan 50 batako, yang mana 1 orang pengurus harus mengangkat 4 batako menuju ke lantai 2 yang akan menjadi tempat utama pada malam psc nanti, dihari tepat dilangsungkannya acara psc.

Setelah pulang sekolah kami langsung menata tempat untuk pelaksanaan psc pada malam ini, mulai dari menata batako yang disusun untuk dijadikan panggung, dan menata meja dan kursi sejumlah santriwati yang akan menyaksikan acara psc tersebut, dan juga menggelar karpet merah diatas panggung yang didasari dengan batako yang telah disusun rapi. Tak lupa memasangkan background yang telah dibuat oleh bagian dekorasi yang mana background tersebut menjadi peran utama dalam penataan dekorasi ini.

Satu persatu bunga disusun di depan panggung dengan Menyusun kalimat “public speaking contest’’ yang terbuat dari sterofom yang telah dipotong- potong, tak lupa diberi cat berwarna hitam yang memberi kesan pemberani di setiap huruf tersebut, dan juga menambahkan lampu led diatas panggung dengan warna biru dan juga ungu, bukan diatas panggung saja tetapi juga menambahkan lampu led kedalam pohon kenangan. Sehingga pohon kenangan itu semakin meriah  karena  warna warni lampu led. Setelah dirasa sudah cukup puas akan dekorasinya kami pun membersihkan ruangan tersebut dan memberi taplak meja berwarna hijau khas dalam setiap acara di pondok. Ketika waktu sudah mendekati adzan maghrib kami memilih untuk menyudahi aktivitas kami dan segera menuju ke masjid.

Akhirnya acara pidato berlangsung dengan meriah, walaupun ada kendala yaitu patahnya piala juara satu lomba pidato bahasa inggris. Acara diakhiri dengan sesi foto dan pemusnahan pohon kenangan oleh santriwati yang ingin mengambil foto-foto yang telah dipasang dan digantungkan.

Opini muda :

 

Juara Umum PSC

Informasi Pendaftaran Santri

Tahun Pelajaran 2025-2026

Kerjasama

Kerjasama dengan perusahaan, lembaga, instansi, dll.